Home » , » Mengapa Gagal Ginjal harus Melakukan Cuci Darah (Hemodialisis)

Mengapa Gagal Ginjal harus Melakukan Cuci Darah (Hemodialisis)

Mengapa gagal ginjal harus melakukan cuci darah? Untuk menjawab pertanyaan ini ada baiknya kalau kita pahami terlebih dahulu beberapa pengertian cuci darah yang sebenarnya. Cuci darah / Hemodialisis adalah suatu tindakan medis yang dilakukan untuk membersihkan racun dalam tubuh, karena ginjal tidak mampu lagi membuang sisa-sisa metabolisme dalam tubuh. Cuci darah dilakukan pada pasien penderita ginjal kronik dan ginjal akut.

gagal ginjal harus cuci darah

Cuci Darah pada Penyakit Ginjal Kronik & Ginjal Akut

Bila dilihat secara sekilas kedua istilah atau kondisi penyakit ginjal ini sama, tetapi sebenarnya ada perbedaannnya. Inilah perbedaan tersebut :

Penyakit gagal ginjal kronik adalah kerusakan ginjal yang dialami selama kurun waktu 3 (tiga) bulan atau lebih dengan keadaan sebagai abnormalitas struktural atau abnormal fungsional ginjal. Bila penderita ginjal kronik dapat sampai ke tingkat cuci darah maka ini berarti kerusakan ginjal sudah berlangsung lama dan biasanya memerlukan cuci darah seumur hidup.

Penyakit gagal ginjal akut adalah penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara tiba - tiba dan pada beberapa kondisi diperlukan cuci darah. Pasien dengan penyakit ginjal akut bila dapat diobati penyebabnya maka dapat membaik dan selanjutnya tidak memerlukan tindakan cuci darah lagi.

Baik penyakit ginjal kronik maupun ginjal akut tetaplah disarankan untuk cuci darah, untuk itu kapankah sebenarnya kita disarankan cuci darah? Cuci darah dapat dilakukan bila fungsi ginjal kurang dari 15 ml/menit. Namun bisa juga kurang dari 10 ml/menit dengan disertai gejala uremia dan malnutrisi. Bagi penderita diabetes bila 5 ml/menit pun dapat dilakukan lebih awal untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.



Cuci Darah Secara Medis Harus Dilakukan

Berikut marilah kita lihat kondisi-kondisi tertentu yang perlu segera dilakukan cuci darah (hemodialisis) secara medis, yaitu:

  • Kondisi pH darah pasien yang sangat rendah dan tidak dapat dinaikkan lagi dengan obat-obatan.
  • Kondisi keracunan, dilakukan cuci darah untuk membantu menurunkan tingkat keracunannya, seperti keracunan methanol.
  • Kondisi dengan tingkat sisa metabolisme ureum dalam tubuh sangat tinggi dengan gejala klinis sbb: mual muntah, kecegukan yang tidak berhenti, penurunan kesadaran, bahkan bisa kejang - kejang.
  • Elektrolit imbalance. Pada umumnya yang menjadi masalah adalah kelebihan kalium, menjadi hiperkalemi. Kondisi ini bila tidak segera diatasi dapat menyebabkan gangguan pada jantung.
  • Terjadi penumpukan cairan di dalam tubuh. Biasanya terjadi penumpukan cairan dalam paru-paru yang disebut sebagai Edema Paru, sehingga menyebabkan pasien menjadi sesak nafas hebat
Cuci darah hanyalah salah satu tindakan medis untuk penyakit ginjal diatas, prosedur lain yang bisa ditempuh oleh penderita ginjal kronik adalah dengan transplantasi ginjal.
Cara medis diatas yaitu dengan cuci darah maupun transplantasi ginjal sangatlah mahal biayanya. Selain biaya yang mahal juga mengandung resiko tinggi untuk kegagalanya. Untuk itu cara yang terbaik adalah sayangilah sedini mungkin ginjal anda dari kerusakan. Carilah alternatif obat sakit ginjal alami yang lebih aman tetapi sudah terbukti dan dapat menyembuhkan kembali. Mari kita jaga ginjal agar tetap sehat, Semoga bermanfaat.

5 komentar: